Breaking News

Tips Mengumpulkan Dana Pensiun dari Saham

Tips Mengumpulkan Dana Pensiun dari Sahamspeciesrights.org – Pensiun merupakan salah satu topik yang saat ini sedang ramai diperbincangkan terutama oleh kalangan milenial. Beberapa milenial perlu mengundurkan diri lebih awal karena mereka tidak percaya bahwa waktu mereka harus berakhir hanya untuk bekerja.

Sudah pasti bahwa usia milenial adalah keluarga yang biasa diatur. Apalagi mendatangkan uang tunai tidak semata-mata dengan bekerja sehari-hari, tetapi bisa dari berinvestasi di saham.

Pertanyaannya, mungkinkah dana pensiun dikumpulkan secara eksklusif dari investasi saham?

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Mengumpulkan Dana Pensiun dari Investasi Saham

Jawaban atas pertanyaan di atas adalah mungkin. Secara konsisten, investasi saham menyerupai tabungan yang jika disisihkan secara rutin akan bertambah jumlahnya. Bedanya, return dari investasi saham jauh lebih penting.

Kalau interaktivitasnya bagus, return dari investasi saham bisa lebih menonjol dari gaji pokok, lho! Tak heran jika para milenial dengan senang hati menyisihkan sebagian dari gajinya untuk mulai berinvestasi. Modal untuk berinvestasi cukup masuk akal.

Nah, agar dana pensiun terkumpul dengan cepat, berikut tips-tips yang generasi milenial perlu lakukan.

1. Pakai prinsip 50:30:20

Tips pertama, gunakan standar 50:30:20 dalam persen. Distribusinya 50% untuk mengatasi masalah sehari-hari, 30% untuk dana krisis, asuransi, dan cicilan. Kelebihan 20% digunakan untuk investasi murni.

Kelengkapan 20% ini dapat dipisahkan menjadi beberapa instrumen investasi. Selain saham, Anda dapat menetapkan mereka ke deposito untuk mendapatkan keuntungan yang layak secara konsisten.

20% adalah jumlah yang ideal karena bagaimanapun Anda ingin mempertimbangkan pengeluaran sehari-hari. Usahakan jangan sampai karena keluar dari dunia kerja, kebutuhan hidup menjadi terbengkalai dan akhirnya jatuh sakit.

2. Memilih saham sesuai jenisnya

Ketika memutuskan untuk pensiun dini, penting pula menentukan jenis saham yang pas. Dalam investasi saham, terdapat tiga pembagian saham yang cukup populer diantaranya :

  • Saham blue chip

Adalah istilah untuk emiten atau perusahaan yang memiliki modal dan kapitalisasi pasar yang sangat besar. Saham blue chip berkinerja baik, sehingga harga sahamnya cenderung naik sesekali.

Keuntungan berinvestasi dalam blue chips adalah penerbit menawarkan barang yang dibutuhkan banyak orang. Membuat emiten terus bekerja, sehingga kondisi moneternya tetap stabil.

  • Saham value investing

Merupakan saham emiten yang tergolong potensial. Namun, biaya saham masih lebih murah daripada blue chip. Harga saham investasi berkinerja cukup baik, jadi harganya mungkin akan meningkat mulai sekarang.

Saham ini cocok untuk Anda yang perlu berinvestasi dalam jangka panjang. Juga, ingatlah untuk menyesuaikannya dengan nilai intrinsiknya, sehingga Anda tidak mengambil keputusan yang tidak dapat diterima nanti.

  • Saham gorengan

Ini adalah saham yang paling banyak diminati oleh para pedagang, namun beberapa investor juga mencari saham jenis ini untuk keuntungan sehari-hari. Disebut seared stock karena nilainya cenderung bervariasi, biasanya karena didorong oleh bandar tertentu.

Saham ini dapat digunakan sebagai kemungkinan untuk investasi jangka panjang, tetapi sangat tidak dianjurkan. Anda secara pribadi harus berhati-hati dalam memilih emiten untuk membatasi potensi kerugian di kemudian hari.

3. Membeli secara bertahap

Singkirkan anggapan bahwa membeli saham sekaligus memberikan keuntungan yang sangat besar. Terkadang, yang terjadi sebaliknya. Membeli saham dengan segera adalah suatu kerugian, apalagi jika harga sahamnya sudah turun.

Misalnya, biaya khas pembelian saham adalah Rp. 1.300 untuk setiap saham dengan jumlah 100 lot. Jika nilai saham turun menjadi Rp 1.210 per lembar, Anda tentu rugi Rp 900 ribu.

Disarankan untuk membeli saham secara bertahap, misalnya hari ini dengan mencicil 10 lot dengan harga Rp. 1.300 dan 15 lot dengan biaya Rp. 1.270. Cari tahu jika biaya saham turun, pada dasarnya biaya saham normal Anda kurang dari Rp 1.300 untuk setiap saham.

4. Cut loss untuk meminimalisir kerugian

Jika melihat tren harga saham sedang turun, tidak ada salahnya untuk melakukan cut loss. Memang rugi, tapi jumlahnya tidak banyak jika penurunan biaya terus berlanjut.

Justru dengan cut loss, modal akan kembali dan Anda bisa membeli saham yang sama dengan biaya lebih murah. Kerugian dari cut loss akibatnya digantikan ketika biaya saham naik.

Kami menyarankan Anda memutuskan batas biaya terendah yang paling ekstrim sebelum cut loss. Jika melewati batas ini, cut loss dapat dilakukan.

5. Menabung saham secara rutin

Asalkan motivasi investasi saham untuk modal di usia lanjut, maka jadikan saham seperti tabungan. Sisihkan sebagian gaji untuk dimasukkan ke dalam catatan saham.

Jika Anda menyisihkan secara konsisten, keseimbangan absolut dalam catatan saham akan meningkat secara konsisten. Juga keuntungan dan deviden yang dibagikan secara teratur.

Keduanya bisa diputar ulang untuk mendongkrak keuntungan, sehingga dana pensiun yang terkumpul mutlak bertambah.

Pastikan Sekuritasnya Sah

Saham bisa dijadikan pilihan untuk menghimpun dana pensiun. Namun sebelum memulai, alangkah baiknya untuk memilih sekuritas yang sah sebagai lapak atau panggung untuk berinvestasi. Teliti review dari pengguna, lihat legalitas di website OJK, dan kecepatan layanan sehingga Anda bisa berinvestasi dengan aman.

Check Also

Update Link Bokeh Museum Asli Jepang Download Video Viral

Update Link Bokeh Museum Asli Jepang Download Video Viral

Museum Bokeh Jepang Unik - selanjutnya adalah penjelasan dan rekomendasi untuk Anda tentang Bokeh Museum Jepang Asli, lihat audit lengkapnya di bawah ini sampai selesai. Video bokeh luar biasa di seluruh web. Tercatat ada jutaan konten museum yang dibuat secara mandiri atau industri. Faktanya, setiap saat ada video baru yang dibuat di semua situs web. [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published.